Jumat, 30 September 2011

HELM SEPEDA MOTOR

Di antara Safety Riding Gear yang ada bagi pengendara dan penumpang sepeda motor, helm adalah yang paling utama. Untuk di Indonesia saja, aturan tentang helm begitu mendapat perhatian khusus dan bagi pengendara yang tidak menggunakan helm saat berkendara dapat dijerat hukum dengan sanksi yang tidak ringan.
Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian Perlengkapan Keselamatan Berkendara di artikel sebelumnya, pada dasarnya helm memiliki tiga jenis, yaitu Full face, Open face dan Half face. Jenis manakah diantara ketiganya yang secara hukum diperbolehkan untuk di gunakan para pengendara dan penumpang sepeda motor di jalan raya Indonesia?
Lalu bagaimana seharusnya memilih helm yang baik buat anda? Apakah helm yang anda kenakan sekarang ini sudah memiliki ukuran yang benar untuk kepala anda?
Apa yang harus anda perhatikan pada helm sepeda motor sehingga memenuhi syarat helm sepeda motor yang seharusnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab dalam artikel Helm Sepeda Motor ini.

Helm dan Risiko Cidera Kepala
Kepala manusia adalah salah satu bagian paling penting dari tubuh manusia. Di kepala inilah terdapat otak sebagai pusat syaraf yang kemudian berlanjut ke sumsum syaraf yang berada pada tulang belakang dan kemudian di sebarkan ke seluruh tubuh.
Syaraf inilah yang kemudian merasakan apa saja yang diterima tubuh dan menggerakkan otot-otot sehingga tubuh kita dapat bergerak. Dan jika otak mengalami gangguan, maka kerja tubuh kitapun akan mengalami masalah yang dapat berujung pada kematian.

Cidera pada kepala memiliki risiko yang tinggi pada kelangsungan hidup manusia dan sebaiknya dicegah agar hal tersebut tidak terjadi.
Kenapa helm sangat penting bagi pengguna sepeda motor? Jawaban yang sangat sederhana adalah karena kepala kita tidak lebih kuat dibanding material jalan raya ataupun benda-benda lainnya yang ada di sekitar jalan, sehingga pada saat terjadi kecelakaan maka tingkat kerusakan yang sangat besar akan diterima oleh kepala.
Ada sebuah studi yang dilakukan Insurance Institute for Heighway Safety di Amerika. Studi itu menyimpulkan bahawa dalam setiap mil perjalanan, angka kematian pada pengendara sepeda motor rata-rata 20 kali dibanding pengemudi mobil. Dan helm adalah langkah pencegahan yang prinsip dan terbukti telah mengurangi cidera-cidera yang berhubungan dengan kepala yang menjadi penyebab utama kematian bagi pengendara saat kecelakaan.
National Highway Traffic Administration (NHTA) sebuah bagian dari Departemen Transportasi pemerintah Amerika Serikat melakukan studi dan memperoleh data sebagai berikut:
·    29% pengendra sepeda motor tercegah dari kematian karena mengenakan helm saat terjadi kecelakaan.
·    Dibanding pengendara yang mengenakan helm, 40% pengendara yang tidak mengenakan helm lebih berisiko mendapatkan cidera kepala fatal dan 15% cidera kepala non fatal.
·    Helm 67% efektif mencegah cidera otak dalam kecelakaan sepeda motor.

Dari studi-studi di atas kiranya anda tidak perlu menanyakan lagi, apa perlunya mengenakan helm saat berkendara dengan sepeda motor.

Sertifikasi Helm
Helm-helm sepeda motor yang ada di pasaran umumnya telah mendapat pengesahan dan telah lulus pengujian dari badan-badan sertifikasi yang ada. Badan ini bisa badan resmi dari pemerintah ataupun badan swasta bahkan sebuah yayasan. Untuk di Indonesia, pemerintah telah mengatur secara khusus tentang helm-helm yang diproduksi, dijual dan digunakan untuk jalan raya Indonesia dan harus lulus pengujian dan  mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Standar Nasional (BSN) melalu Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan SNI 1811 Tahun 2007.

SNI 1811 – 2007 menjamin mutu helm bagi pengendara dan penumpang sepeda motor yang ada di pasaran dengan melakukan pengujian konstruksi dan mutu material helm tersebut. Standar yang digunakan tidak kalah dengan standar-standar yang dilakukan oleh badan-badan sertifikasi helm internasional, karena memang standar SNI ini mengadopsi standar internasional yang ada.
Standar-standar sertifikasi helm di luar Indonesia di antaranya adalah:
·         Department Of Transportation (DOT) Amerika
·         Snell Memorial Foundation, Amerika
·         America National Standards Institute (ANSI) Amerika
·         Australian Standard (AS), Australia
·         New Zealand Standard (NZ), Selandia Baru
·         British Standard (BS), Inggris

Jenis-Jenis Helm Sepeda Motor
Helm memiliki tiga bentuk dasar, yaitu full-face yang menutupi seluruh wajah dan bagian belakang kepala, open-face menutup semua bagian belakang kepala dan sebagian wajah dan half-face yang hanya mentup sebagian kepala.
Berikut diuraikan satu persatu tentang ketiga jenis helm tersebut.

Helm Standar Tertutup (Full-Face Helmet)

Helm standar tertutup (full-face helmet)
 Untuk kompetisi sepeda motor di tingkat nasional maupun internasional, helm jenis ini menjadi helm wajib bagi setiap pesertanya.
Memiliki bentuk yang menutup semua bagian kepala sehingga memberikan proteksi paling maksimal diantara jenis lainnya. Saat ini banyak tersedia helm full-face di pasaran dan anda dengan mudah memilih dan memilikinya. Fitur-fitur yang diberikan juga bervariasi tanpa mengurangi fungsi utama dari helm itu sendiri, yaitu melindungi kepala dan meminimalisir cidera pada bagian kepala ketika terjadi kecelakaan.
Seharusnya untuk di jalan raya kaca pelindung yang juga dikenal denga visor atau face shield yang ada dibagian depan helm tersebut berwarna bening. Visor berwarna akan mengurangi jarak pandang ketika berkendara di malam hari dan juga akan membuat orang tidak mengenal anda karena wajah yang tidak jelas terlihat. Pada siang hari kaca helm dengan warna gelap dapat membantu anda mengurangi silaunya cahaya matahari, namun anda dapat mengatasinya dengan mengenakan kaca mata gelap di dalam helm. Dan saat ini sudah  tersedia helm full-face yang telah dilengkapi dengan dual visor. Kaca bagian luar tetap berwarna bening dan tersedia kaca kecil berwarna gelap di bagian dalam yang dapat anda naik dan turunkan melalui tuas di bagian kiri luar helm. Sehingga anda tidak perlu repot menggunakan kaca mata gelap lagi atau mengganti visor dengan warna gelap atau hitam.

Supermoto helmet dengan visor
Sesuai kebutuhan pengendaranya, helm jenis ini juga tersedia dalam bentuk yang berbeda. Helm untuk sepeda motor jenis off-road dan supermoto memiliki jenis full-face helmet tersendiri. Dimana pelindung pada bagian dagu lebih menonjol ke depan dan ada yang dilengkapi dengan kacamata pelindung atau gogle dan ada yang menggunakan visor. Model yang terakhir biasanya digunakan para pengendara supermoto.

Selain memiliki keunggulan perlindungan maksimal bagi pemakainya, helm full-face juga memiliki kekurangan dibanding dengan jenis yang lain, yaitu bobot yang lebih berat, bidang pandang yang lebih sempit dan relatif lebih panas karena konstruksi yang lebih tertutup. Jika anda berkendara dengan kecepatan di atas 40 kilometer per jam, sangat direkomendasikan untuk mengenakan helm jenis ini.


Helm standar terbuka (open-face helmet)
 Helm Standar Terbuka (Open-Face Helmet)
Berbeda dengan helm full-face, jenis open-face tidak memiliki penutup di seluruh bagian wajah. Pada bagian dagu untuk jenis ini dibiarkan terbuka sehingga dari segi perlindungan memiliki tingkat yang lebih rendah di banding full-face. Pada awalnya jenis open-face tidak memiliki visor, sehingga pengendaranya akan menggunakan kaca mata untuk melindungi kedua mata dari debu dan benda-benda lainnya. Saat ini hampir sebagian besar helm jenis ini sudah dilengkapi dengan visor dan bahkan sama dengan jenis full-face, beberapa model juga dilengkapi dengan fasilitas dual visor. Pada model tertentu jenis ini memiliki bagian tambahan yang menonjol di atas wajah yang berfungsi untuk menahan silaunya sinar matahari di pagi dan sore hari, dimana sang surya menggantung rendah di cakrawala. Untuk berkendara dalam kecepatan rendah atau kecepatan dalam kota (maksimal 40 kpj) helm ini sangat cocok. Keunggulan jenis ini dibanding full-face adalah sudut luas pandang yang lebih besar, bobot yang lebih ringan dan sirkulasi udara yang lebih baik.

Half-face helmet tidak untuk jalan
raya Indonesia
Helm Half-Face
Jenis yang terakhir ini jauh lebih sederhana dalam bentuk dan cara mengenakannya. Dari sisi perlindungan terhadap kepala pengendara, jenis ini sangat minim. Dimana tidak terdapat bagian yang keras di kedua sisi telinga dan bagian belakang bawah kepala. Karena alasan tidak ada bagian yang melindungi bagian belakang dimana otak kecil terdapat maka helm jenis half-face dilarang digunakan di jalan raya Indonesia dan SNI 1811-2007 tidak mengakui dan mensahkannya untuk diproduksi dan dipasarkan di Indonesia.

Modular helmet perpaduan
antara full-face dan open face
Selain tiga jenis helm di atas, terdapat satu helm yang merupakan kombinasi dari helm full-face dan open-face. Helm ini biasa disebut dengan helm modular atau flip-up, dan beberapa negara juga menyebutnya dengan hybrid. Jenis ini memiliki bentuk dasar helm open-face namun ditambahkan sebuah bagian yang bisa di naik dan turunkan sehingga membentuk helm full-face. Saat ini jenis ini banyak diminati mereka yang suka berkendara dengan jarak yang relatif jauh. Dengan helm jenis ini, anda tidak perlu membuka helm hanya untuk memperlihatkan bagian wajah. Cukup dengan mengangkat pelindung bagian dagu ke atas anda sudah sama terbukanya seperti mengenakan helm open-face. Untuk jenis modular ini beberapa telah tersedia dengan fasilitas dual visor dengan harga yang relatif mahal dibanding jenis helm yang lain.

Konstruksi dan Bagian-Bagian Helm
Untuk memenuhi fungsinya sebagai pelindung kepala pengendara dan penumpang sepeda motor, helm memiliki syarat-syarat minimal yang erat kaitannya dengan kualitas material dan konstruksi.
Berikut uraian konstruksi dan bagian-bagian helm tersebut. Nomor urut sesuai tanda nomor bagian pada gambar konstruksi helm yang ada di bagian buku ini.

(1)   Tempurung (Outer-Shell)
Merupakan bagian terluar dari helm yang terbuat dari bahan yang keras dan tebal merata tetapi bukan logam. Umumnya material tempurung ini terbuat dari plastik dengan kualitas tinggi (polycarbonate plastic atau thermal-plastic) dan serat kaca. Untuk kualitas yang lebih baik dapat menggunakan serat karbon dan kevlar, tentu dengan harga helm yang lebih mahal.
Bagian ini harus mampu menahan dari benda-benda keras yang dapat menembus helm dan juga sebagai wadah untuk melindungi lapisan-lapisan lainnya yang ada di bagian dalam, terutama dari pengaruh gesekan aspal atau jenis permukaan jalan lainnya.

(2)   Lapisan Pengaman (Protection Layer)
Bagian ini berada tepat di balik tempurung. Terbuat dari busa steorophonic seperti busa-busa putih yang digunakan untuk penahan pada bagian dalam kardus atau kotak barang elektronik dengan ketebalan sekurang-kurangnya 10 milimeter. Lapisan ini befungsi untuk menyerap energi benturan dari lapisan pertama, yaitu tempurung.

(3)   Jaring Helm atau Lapisan Lunak (Interior Padding)
Merupakan lapisan ketiga setelah busa steorophonic. Merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit kepala atau rambut pemakai helm. Terbuat dari bahan yang lembut dan tidak menyebabkan iritasi maupun alergi ke penggunanya. Helm yang baik umumnya mudah dalam perawatannya, sehingga pada bagian ini mudah untuk dilepas dan dipasang kembali untuk dibersihkan.

(4)   Tali Pemegang (Retention System)
Tali ini ditambatkan pada kedua sisi helm dekat posisi telinga dan melingkar ke bawah dan dihubungkan dengan sebuah buckle atau dua lingkaran logam berbentuk “D”. Tali ini berfungsi untuk mengunci helm agar tidak terlepas akibat hentakkan keras pada helm.

(5)   Ventilasi (Air Flow/Exhaust System)
Sebuah celah yang dilengkapi dengan knob penutup dan pembuka untuk mengalirkan angin ke bagian dalam helm sebagai sirkulasi udara. Umumnya helm dengan harga yang relatif lebih mahal memiliki sirkulasi udara yang baik namun tidak menimbulkan kebisingan yang lebih tinggi pada bagian dalam helm.

(6)   Pelindung Wajah (Visor)
Sebuah kaca plastik bening yang bisa di buka dan ditutup dengan titik poros di sisi kanan dan kiri helm. Fungsi utama untuk melindungi mata pengguna helm dari terpaan angin dan benda-benda yang berterbangan. Material kuat dan tahan pecah, benturan yang diterima bagian ini akan dilanjutkan ke outer shell. Pada model helm tertentu dilengkapi dengan satu visor lagi berwarna gelap yang disisipkan di bagian atas dahi antara outer shell dan protection liner. Jika pada siang hari dapat diturunkan untuk melindungi mata pengendara dari cahaya matahari. Fasilitas ini dikenal dengan dual visor.

Minimal setiap helm sepeda motor memiliki bagian-bagian konstruksi mulai dari nomor 1 hingga 5. Visor bisa saja tidak tersedia pada helm dan bisa digantikan dengan kaca mata atau gogle.

Ukuran Helm
Pastikan helm yang anda gunakan memiliki ukuran yang tepat untuk kepala anda. Jika helm terlalu kecil akan sangat tidak nyaman dikenakan dan mengganggu sirkulasi darah di sekitar kepala anda. Dan helm yang terlalu besar akan mudah bergerak atau bergeser dari posisi yang seharusnya di kepala. Di samping itu, karena tidak seluruh permukaan kepala menempel dengan sempurna pada jaring helm dan peredam kejut, ketika terjadi benturan keras, helm hanya akan menekan pada titik benturan tersebut dan tidak tersebar merata keseluruh permukaan kepala pemakainya.
Anda dapat menggunakan alat pengukur jarak atau meteran pita. Lingkarkan di kepala setinggi dahi. Lalu anda dapat mencocokkan dengan ukuran keliling bagian dalam helm yang terdapat pada SNI 1811 – 2007 seperti tabel persyaratan keliling lingkaran bagian dalam berikut:

Ukuran
Keliling lingkaran bagian dalam (mm)
S
Antar 500 – kurang dari 540
M
Antara 540 – kurang dari 580
L
Antara 580 – kurang dari 620
XL
Lebih dari 620

Setelah anda mengetahui ukuran keliling lingkaran bagian dalam, anda dapat mencari helm yang anda inginkan dengan ukuran tersebut. Namun ukuran-ukuran yang digunakan masing-masing produsen helm ternyata tidak seragam, bahkan helm dengan satu merk sekalipun tidak menjamin ukurannya akan sama pada jenis atau model helm yang berbeda.

Untuk menghindari ukuran yang kurang tepat, anda dapat dapat mencoba lebih dulu sebelum anda memutuskan untuk membelinya. Berikut langkah-langkah yang dapat anda ikuti:
·    Kenakan helm dengan kedua tangan menggenggam tali pemegang pada helm, lalu tarik helm sehingga kepala masuk dengan sempurna dengan tidak menyisakan ruang antara ujung kepala dengan bagian dasar di dalam helm.
·    Kencangkan tali pemegang dan kunci helm dengan menghubungkan buckle-nya.
·    Coba selipkan kedua jari jempol tangan di antara dahi dan bagian dalam helm. Jika jari bisa masuk, maka helm terlalu besar.
·     Dan jika tidak bisa masuk, anda bisa mencoba menggerakan helm ke depan dan ke belakang, juga ke samping. Jika bagian dalam helm tergeser dan kepala tidak ikut tergerak mengikuti gerakan helm, maka ukurannya terlalu besar.
·     Dan jika helm tidak bergeser dan kepala mengikuti gerakan helm, maka ukuran tidak kebesaran.
·     Anda dapat terus mengenakan helm sekitar satu menit. Untuk anda yang mengenakan kaca mata minus, kenakan pada saaat mencoba helm. Jika anda merasa penat atau ketika helm dibuka dan nampak tanda bekas tekanan berlebih di kulit wajah, maka helm terlalu sempit.
·     Silahkan ganti dengan ukuran yang lain hingga anda tidak menemukan masalah dalam mencobanya.

Merawat dan Membersihkan Helm
Jika anda telah mendapatkan helm yang sesuai dengan yang dibutuhkan dan memiliki ukuran yang tepat, hal lain yang perlu dipikirkan adalah bagaimana merawat helm agar tetap nyaman dan berfungsi dengan baik.
Helm adalah barang pribadi sama halnya dengan pakaian dalam anda, jadi jangan pernah bergantian menggunakan helm dengan siapapun karena ini menyangkut kebersihan dan perawatan helm itu sendiri. Helm yang memberikan aroma kurang sedap atau gatal ketika dikenakan akan menimbulkan masalah baru saat anda berkendara dan ini merupakan sebuah risiko yang harus ditangani.
Mudah dan susahnya merawat helm ditentukan juga ketika anda memilih dan memutuskan untuk membeli sebuah helm. Helm yang mudah untuk dibersihkan tentu yang memiliki fasilitas removable dan washable. Memang dari sisi harga helm ini lebih tinggi dibanding yang tidak menyediakan fasilitas ini, namun demi kenyamanan dan keselamatan tentu harga dapat anda abaikan sejenak. Helm dengan dua fasilitas tersebut pada bagian dalamnya, yaitu lapisan lunak atau jaring helm, pelindung telinga dan pelindung leher dapat dibuka dengan mudah untuk dicuci dan kemudian dipasang kembali.
Usahakan selalu memberikan sirkulasi udara yang baik pada helm setelah digunakan. Anda dapat meletakkan helm full-face secara terbalik, sehingga udara dapat bersikulasi dengan baik ke bagian dalamnya. Untuk jenis open-face anda cukup meletakkan seperti biasa dengan membuka visor­-nya. Akan lebih baik jika anda menyediakan tempat khusus untuk helm-helm tersebut dengan tambahan kipas angin.
Untuk periode waktu tertentu anda dapat mencuci helm agar terbebas dari bakteri dan kuman. Jika anda setiap hari menggunakannya, usahakan satu bulan sekali helm tersebut dicuci. Jika helm dikenakan sangat jarang, misalnya sebulan sekali tetap saja anda perlu mencucinya minimal enam bulan sekali. Saat ini banyak sekali tersedia jasa-jasa pencucian helm yang tidak membuat anda kerepotan untuk melakukannya sendiri. Namun jika anda ingin mencuci helm anda sendiri tentu tidak menjadi masalah.
Berikut di bawah adalah tips untuk anda jika ingin mencuci helm sepeda motor:
·    Buka bagian dalam helm yang biasanya terbuat dari bahan busa atau spons. Lalu rendam bagian-bagian tersebut ke air yang sudah dicampur sabun pencuci pakaian yang lembut. Biarkan antara 10 – 20 menit.
·    Sementara menunggu, anda dapat membersihkan tempurung helm dengan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat-hangat kuku yang telah dicampur sabun yang lembut dan kemudian keringkan dengan kain bersih yang lembut pula.
·    Buka visor dengan hati-hati dan bersihkan seperti bagian tempurung tadi lalu keringkan dengan kain lembut dan bersih berbahan katun atau microfiber agar tidak meninggalkan bercak.
·    Setelah 10 – 20 menit spons direndam, angkat dan remas-remas bagian tersebut. Jangan dikucek, karena ini bisa merusak spons.
·    Bilas spons hingga bersih dan pada larutan bilasan terakhir anda bisa mencampurkan bahan antiseptik untuk membunuh bakteri dan kuman.
·    Keringkan spons ditempat teduh sambil diangin-anginkan. Jangan menjemur spons di terik sinar matahari karena ini akan membuat spons kaku dan mudah rusak.
·    Setelah kering dan bersih, anda dapat merakit kembali helm anda dengan hati-hati lalu simpan di tempat bersih dengan sirkulasi udara yang baik.

Helm sepeda motor adalah bagian terbenting dari seluruh perlengkapan berkendara anda, sehingga pemerintah sangat tegas dalam mengatur tentang helm ini dari pada safety riding gear lainnya.
Selalu menjaga kondisi helm dalam keadaan siap pakai dengan kebersihan dan bagian-bagiannya yang terpasang dengan baik sama pentingnya dengan merawat dan menjaga sepeda motor. Jika anda selalu memperhatikan helm anda maka perjalanan yang aman dan menyenangkan akan diperoleh.

Mengenakan helm sepeda motor dengan benar tidaklah ditentukan saat anda sedang mengenakannya saja, tetapi anda sudah harus memikirkan segala sesuatunya yang berhubungan alat pelindung diri khusus bagian kepala ini sejak anda akan membelinya.
Mulai dari konstruksi dan kualitas material, bentuk, fasilitas yang tersedia sangat menentukan tingkat keamanan dan kenyamanan helm sepeda motor tersebut. Jangan buru-buru untuk membeli sebuah helm impor dengan harga yang sangat tinggi sementara jika anda mau lebih sabar dan teliti dapat menjumpai helm dengan kualitas yang sama bahkan lebih dengan harga lebih terjangkau yang diproduksi di tanah air.
Selain itu anda juga harus mengetahui bagaimana untuk merawat dan memelihara helm sepeda motor anda agar tetap mendapatkan fungsi yang maksimal hingga batas usia helm tersebut. Fasilitas dan fitur pada helm sepeda motor juga berpengaruh pada unsur perawatan dan membersihkan helm, seperti lapisan-lapisan yang dapat dilepas dan dicuci serta kualitas yang lebih kuat tetapi tetap nyaman di kepala. Jangan pernah mengutamakan model hingga mengabaikan kualitas helm. Akan lebih bijakasana dan memberikan benefit yang lebih besar jika anda menempatkan kualitas dari sisi perlindungan dan fungsi utama helm sepeda motor pada urutan pertama dan setelahnya anda dapat mempertimbangkan hal lainnya termasuk model dan corak gambar maupun warna.
Jadikanlah helm sepeda motor anda sebagai barang spesial dan selalu mendapat perhatian khusus selama anda tetap berhubungan dengan aktifitas berkendara sepeda motor.
Karena dari kondisi helm sepeda motor anda dapat tercermin bagaimana kepribadian anda, terutama pada aspek keselamatan dan rasa sukur untuk menjaga diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar